Laman

Rabu, 26 Juni 2013

Salju Di Everest Abadi atau Tidak

Perdebatan soal perubahan iklim di antara para peneliti masih berlarat-larat. Tapi ribuan meter di atas permukaan laut, bukti mengenai perubahan iklim itu sulit dibantah. Tshering Tenzing, pemandu pendakian ke Gunung Everest, menjadi saksi bagaimana permukaan bumi ini semakin panas.
     "Semua gletser di sini berubah.. celah-celah bebatuan yang semula tertutup es, sekarang bermunculan," kata Tshering dua tahun lalu. Menurut penuturan sejumlan pendaki, di beberapa titik sudah tak perlu lagi memakai krampon (sepatu es) untuk melewatinya. Sebab, tak ada lagi es di tempat itu. Salju abadi itu tak lagi abadi.
     Tshering menunjuk Khumbu Icefall, titik dimulainya pendakian oleh Edmund Hillari dan Tenzing Norgay ke puncak Everest 60 tahun lalu. "Sebelumnya, sejauh mata memandang hanya ada lapisan es kebiru-biruan. Tapi sekarang batu-batuan bertonjolan," katanya. Perubahan itu, menurut Tshering, bukan terjadi selama puluhan tahun, tetapi hanya dalam hitungan bulan.
     Namun tidak sedikit yang sangsi terhadap pengamatan Tsering. "Itu hanya omong kosong. Pendapat itu sangat berlebihan jika kalian mengamati lebih jauh di atas sana. Salju-salju itu sangat solid, pada suhu minus 9,44 derahat Celcius), dan mereka akan tetap seperti itu," kata Alton Byers, Direktur Sains di Mountain Institute.
     Sekarang ada satu lagi bukti yang memperkuat kesimpulan Tshering Tenzing. Sudeep Thakuri, mahasiswa doktoral di Jurusan Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Universitan Milan - Italia, menunjukkan penyusutan gletser Everest mencapai 13 persen sejak 1965. Garis salju atau snowline pun telah bergeser ke atas sejauh 590 kaki atau sekitar 180 meter dari titik semula.
     Tim Thakuri menggunakan citra satelit serta peta topograpi untuk melacak gerakan glasial serta menggunakan data hidro-meteorologi dari Nepal Climate Observatory dan Depertemen Hidrologi Nepal untuk melacak perubahan suhu dan curah hujan di sekitar Everest hingga Taman Nasional Sagarmatha.
     Hasilnya, ada peningkatan suhu 0,6 derajat Celcius serta curah hujan salju menipis 99 milimeter sejak 1992. Akibatnya, sekitar 247 hektar wilayah di Taman Nasional mengering. Takhuri yang mempresentasikan penelitiannya di Cancun, Meksiko, menduga penyebab melelehnya gletser Everest disebabkan efek gas rumah kaca akibat produksi berlebihan karbon dioksida.
     Namun ia belum dapat membuktikan secara komprehensif bukti hubungan sebab akibat penyusutan es dengan pemanasan global tersebut. Peningkatan suhu yang kian panas di Everest itu dapat mengubah tatanan batuan hingga memicu terjadinya banjir dan longsor, yang selanjutnya tentu akan merusak ekosistem. Menurut Takhuri, penyusutan gletser itu dikhawatirkan dapat mengancam kehidupan 1,5 miliar penduduk yang bermukin di sekitar Everest, yang menggantungkan kebutuhan air serta listrik dari gletser Everest.
     "Gletser dan selubung es Himalaya sudah menjadi menara air bagi Asia karena memasokkebutuhan masyarakat untuk pertokoan, pertanian dan kekuatan produksi industri warga terutama di saat musim kemarau," kata Thakuri.
     Sejak 1980-an, gletser Everst menjadi penyedia listrik bagi warga negara India dengan daya 45 juta kilowatt. Gletser itu mengalir ke sungai-sungai Indus, Gangga, Brahmaputra, Narmada, Tapti, Mahanadhi, Godhavari, Krishna dan Kaveri.

Salam DeAz...
READ MORE...

Everest Menjadi Impian Yang Besar

Kembali lagi kita membahas tentang everest yang memeng menjadi impian para pendaki dunia yang tidak akan puas apabila ia belum menadaki gunung everest.  memang sih...........! Kalau kita udah mendaki gunung tertinggi dunia kita udah mendapat gelar pendaki gunung yang bisa sampai puncak dunia. TAPI jika itu berakhir dengan kematian di everest kita hanya akan dikenang tidak samapai pada puncaknya dunia.

Banyak pendaki yang ingin mencaba untuk mendaki gunung everest dan berhasil turun dengan selamat dan sebagian besarnya itulah ada sekitar ratusan orang yang menjadi korban keganasan medan everest.Sebagian besar tubuh berada dalam posisi yang tepat sama mereka ketika mereka meninggal.Sempurna diawetkan dalam waktu karena dingin. Sepanjang rute ke puncak pendaki akan melewati semua badan. Ada badan lebih dari 50 tahun yang terlihat seperti mereka ditempatkan di sana kemarin.

Beberapa badan diberi nama seperti "sepatu hijau" menurut beberapa fitur yang paling terlihat.Yang satu ini telah menjadi semacam tengara dan telah di tempat yang sama sejak tahun 1996.Ini adalah agak kasar dan kejam untuk memanggil seseorang dengan sisa beberapa bagian dariperalatan, tapi kurasa itu adalah hasil dari hidup dalam kondisi keras seperti untuk waktu yang sangat lama. Cuaca dingin, udara sangat langka dengan pro persen yang sangat rendahoksigen dan dibutuhkan akan besar untuk bertahan hidup, Anda mungkin bahkan mengatakanmeskipun besar dan tekad untuk menaklukkan alam dan mendorong tubuh Anda untuk ekstrem.

Untuk itu mari kita liat Foto-foto pendaki yang menjadi korban keganasan medan everest yang berat :













 Sunggu kejadian yang kurang menggembirakan bagi pada pendaki. Tapi dengan ini saya berharap para pendaki  tidak mengurungkah keinginannya untuk mendaki gunung everest....

semoga ini menjadi motivasi bagi para pendaki atau yang lainnya supaya berhati hati di dalam perjalanan atau tidak.....
Salam DeAz..........
READ MORE...

Sedikit Tentang Gunung Everest

Okey Guys kali ini kam kan membahas sedikit tentang gunung everest yang sangat dikagum-kagumi oleh para pendaki, mereka mengatakan cita-citaku untuk menggapaui daratan tinggi yang tingginya dapat dikatan tertinggi didunia tapi di film 2012 itu berubah gunung tertinggi didunia itu beralih kegunung lainnya............
Tapi itu nggak usah kita urus itukan cuma film yang kenyataanya nggak terjadi sama sekali "MUDAH-MUDAHAN". OKEY Guys tampa panjang lebar kita bahas sedikit tentang gunung everest merupakan gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian setinggi 8850 meter. Gunung Everest terletak di banjaran gunung Himalaya. Everest adalah gunung tertinggi di bumi (diukur dari paras laut). Rabung kemuncak gunung menandakan sempadan antara Nepal dan Tibet. Di Nepali gunung tersebut dikenali sebagai Sagarmatha (Sanskrit untuk "dahi langit") dan di Tibetan Chomolangma atau Qomolangma ("ibu alam"), yang diambil dari nama Cina 珠穆朗玛峰 (pinyin: Zhūmùlǎngmǎ Fēng). Walaupun ia dinamakan Everest oleh Sir Andrew Waugh, jeneral peninjau British di India, sebagai penghormatan kepada yang sebelumnya Sir George Everest, sebutan popular Everest (Ev-er-est) berbeza dangan sebutan Sir George mengenai nama akhirnya (Eve-rest).
 Sungguh hebat para orang pendahulu kita yang dapat menggapai puncat dunia yang tampa peralatan yang lengkap seperti sekarang ini. bahkan hanya memakai bahan-bahan yang alami dari alam. Saya salut sama mereka yang telah mendaki gunung yang berukuran besar itu dan tingginya 8rb m diatas permukaan laut. bahkan pakar
Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematik dari Bengal, merupakan orang yang pertama mengenal pasti Everest sebagai kemuncak tertinggi melalui kiraan trigonometri, pada 1852. Sesetengah rakyat India percaya bahawa puncak tersebut sepatutnya dinamakan menurut Sikdar, bukannya Everest.
Gunung ini dianggarkan 8,850 m (29,035 kaki; hampir 5.5 batu) tinggi, walaupun terdapat variasi daripada segi ukuran (kerajaan Nepal tidak mengesahkan ukuran ini secara rasmi, ketinggian Everest masih dianggap 8,848 m). Ia pertama kali diukur pada tahun 1856 sebagai mempunyai ketinggian 29,000 kaki, tetapi diisytiharkan sebagai 29,002 kaki tinggi. Tambahan secara rawak 2 kaki menunjukkan perasaan masa itu bahawa ketinggian tepat 29,000 kaki akan dianggap sebagai anggaran yang dibulatkan. Masa kini anggaran umum yang diterima pakai adalah 8850 m yang diperolehi melalui bacaan Sistem Kedudukan Sejagat (GPS). Everest masih meningkat akibat pergerakan plat tektonik kawasan tersebut; bagaimanapun, kesan itu hanya ketara pada skala masa geologi.
Secara tepat, Everest adalah gunung yang kemuncaknya mencapai jarak paling luas di atas paras laut. Dua gunung lain yang kadang-kala didakwa sebagai "gunung tertinggi di dunia"ialah Mauna Loa di Hawaii ialah paling tertinggi apabila diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4,170 m (13,680 kaki) atas paras laut dan kemuncak Gunung Chimborazo di Ecuador adalah 2,150 m lebih dari pusat bumi berbanding Everest, kerana Bumi agak berisi dikawasan Khatulistiwa. Bagaimanapun, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6,272 m atas paras laut, yang menurut kriteria bukan juga kemuncak tertinggi di Andes.
Lebih menarik, dasar terdalam di lautan adalah lebih dalam berbanding ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Parit Mariana, begitu dalam sehinggakan sekiranya gunung Everest diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir satu batu air menutupinya.

Okey Guys Untuk info lebih lanjut tentang gunung everest silahkan buka link dibawah ini............

READ MORE...

Senin, 24 Juni 2013

Pendaki Tertua Yang Perna Mendaki Mount Everest

KATHMANDU - Seorang pria asal Jepang, Yuichiro Miura dinobatkan menjadi pendaki tertua gunung Everest di usianya yang ke 80 tahun. Ini adalah torehan rekor mengagumkan bagi Miura.

Seorang mantan pemain ski ini mencatatkan namanya sebagai pendaki tertua yang telah menaklukan puncak Everest setinggi 8.847 meter. Fisik Miura benar-benar teruji dalam pendakian ini.

“Saya berhasil. Saya tidak pernah membayangkan bisa ke puncak gunung Everest pada usia 80 tahun. Ini adalah perasaan terbaik di dunia, meskipun saya benar-benar lelah," kata Yuichiro, seperti dikutip dari Mirror, Jumat (24/5/2013).

Namun yuichiro harus bersaing dengan pendaki asal Nepal, Bahadur Sherchan yang juga akan menjadi pendaki tertua gunung Everest. Yuichiro, pertama kali memecahkan rekor pada tahun 2003 dan dia akan mencoba memenangi kembali rekor itu minggu depan.

Pria yang pernah menjalani operasi jantung lima bulan yang lalu ini memenangkan penghargaan Oscar sebagai pria yang meluncur di gunung Everest pada 1975. Dirinya juga tercatat dalam rekor menuruni Gunung Col Selatan pada tahun 1970.

Ini Galeri Foto Yuichiro :

https://www.youtube.com/watch?v=JHSvQNmN82Q

READ MORE...

Bukti kebesaran Allah Swt. tentang Puncak Gunung Everest

Berdasarkan kajian , gunung Everest ni dulunya bukanlah gunung , tapi dasar laut .Lebih 60 juta tahun dulu , berlaku pergerakan plat tiktonik bumi yang bergerak sepanjang masa dan akhirnya bertembung . Akibatnya , satu plat terangkat ke atas , satu lagi ke bawah . Dari plat yang menungkah berterusan itulah akhirnya terbentuk gunung Everest dan gunung – gunung lain .

Satu fakta menarik tentang gunung ialah Allah jadikan sebagai pengimbang berat kepada bumi . Sebab itulah gunung ada di seluruh benua , diimbangkan pula dengan lembah , datarnya serta lurah disekitarnya . Ia memasak bumi dengan kekuatannya .Ini menyebabkan berat planet bumi terus seimbang pada setiap sisi , menyebabkan tetap beredar sejajar pada orbitnya .

Allah berfirman dalam surah al – An ‘am : 88



Terjemahan sebenarnya adalah : " Itulah petunjuk Allah , dgn itu Dia Memberi petunjuk kpd hamba2nYA yg Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yg telah mereka kerjakan." 6:88.

Ternyata , apa yang dinyatakan oleh al – Quran adalah benar dan dibuktikan pula oleh kajian sains dan geologi . Tapi apakah yang berlaku pada Rasulullah apabila menyatakan kebenaran itu 1,400 tahun dahulu ? Baginda dianggap manusia gila !

Bukan itu sahaja , kajian – kajian sains turut membuktikan , daratan ini satu ketika dahulu bercantum , kemudiannya berpecah dan bergerak hingga terbentuk benua serta lautan yang ada pada hari ini .

Rakaman satelite turut membuktikan Jazirah Arab serta gunung ganangnya didapati bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap tahun . Sedangkan , lebih 5 juta tahun lalu , Jazirah Arab bergerak memisahkan diri dari Afrika lalu membentuk Laut Merah .

Didapati juga pantai timur dan selatan Somalia kini dalam proses pemisahan dan telah membentuk lembah belah yang membujur ke selatan melalui deretan danau Afrika . Kepingan tiktonik benua Australia juga sedang bergerak ke arah utara dengan kelajuan 6 sentimeter / tahun .

Bukankah penemuan – penemuan sains serta geologi ini membuktikan al – Quran itu benar , sedangkan kebenaran itu hanya baru diketahui oleh ahli sains selepas 1,400 tahun Rasulullah mengungkapkannya ?


READ MORE...